Hanisa's Blog

Come and join me

worth

pada Mei 14, 2012

“Jangan pernah menyianyiakan orang yang ada disampingmu, karena suat saat kau akan merasa kehilangan jika suat saat dia tak lagi ada disisimu …”
Itu yang aku rasakan saat ini. Namaku Hilda, aku adalah seorang siswa salah satu SMK Favorit di kota Bogor. Aku bukan orang yang cantik, dan aku pun tidak terlalu pintar. Tapi orang-orang bilang aku cukup menarik dan peringkat 3 besar di kelas tak pernah lepas dariku.
Hari itu adalah hari pertamaku menjalani kegiatan PKL (Praktek Kerja Lapangan). Kegiatan ini adalah kegiatan wajib bagi seluruh siswa SMK, biasanya dilaksanakan selama 6 bulan penuh di semester 4. Aku mendapatkan tempat pelatihan yang memang aku idam-idamkan yaitu di FourSeason Hotel di Jakarta. Dengan prestasiku selama ini dan setelah melewati beberapa tes akhirnya aku ditempatkan di hotel terbaik di ibu kota.
Selama 6 bulan menjalankan masa pelatihan ini aku menyewa kamar kost di daerah bersama seorang teman kelasku bernama Dita. Jaraknya cukup dekat dengan FourSeason Hotel sehingga aku cukup berjalan kaki untuk pergi kesana.
Di sana aku memiliki seorang teman pria yang manis dan sangat baik padaku, namanya Adri.Entah kapan pertama kali aku mengenalnya, dan kapan pertama kali aku tertarik padanya. Yang aku tahu, sekarang aku menyukainya. Dia sama sepertiku, seorang siswa dari salah satu SMK di Jakarta yang sedang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di FourSeason Hotel. Awalnya aku menganggap dia hanya teman biasa saja, bahkan aku tak terlalu dekat dengannya. Tapi selama 2 bulan terakhir kegiatan pelatihanku, kami selalu ditugaskan bersama. Dan sejak saat itulah kami mulai dekat. Ketika kami sedang bekerja bersama, dia tak pernah membiarkanku membawa barang yang berat, tak pernah menyuruhku melakukan sesuatu, bahkan aku terkadang bekerja semauku tapi dia tak pernah marah. Jika aku kelelahan dia selalu menyuruhku beristirahat sejenak, dia juga suka memberiku makanan. Adri sangat baik padaku.
6 bulan berlalu, masa pelatihanku pun selesai. Tak ada sesuatu yang berkesan apalagi spesial yang aku alami. Semuanya terasa biasa saja, bahkan selesainya pelatihan ini adalah hal yang sangat aku inginkan dalam 6 bulan terakhir. Tentu saja karena aku tak suka dengan situasiku jauh dari keluargaku dan pacarku yang ada di Bogor.
Setelah PKL ku berakhir, aku kembali menjalankan rutinitasku sebagai anak sekolah. Tapi ada sesuatu yang aneh, aku merindukan Adri. Kami masih berhubungan melalui sms beberapa kali dan itu membuatku senang apalagi aku baru saja putus dengan pacarku waktu itu. Hubungan kami semakin dekat dan kami merencanakan beberapa pertemuan bersama dengan semua teman-teman saat PKL. Tapi karena kesibukanku sebagai siswa kelas 3 SMK yang harus mempersiapkan Ujian dan jarak dari rumahku ke tempatnya yang cukup jauh jadi aku tak pernah ikut acara itu. Suatu hari Film Harry Potter and The DeathlyHallows tayang di bioskop dan kami berdua sangat menyukai film serial itu, sehingga kami merencanakan nonton bersama. Hari Minggu itu Adri datang untuk menemaniku nonton di salah satu mall di Bogor. Meskipun kami hanya bertemu selama 4 jam karena setelah itu aku harus segera pulang, tapi aku senang bisa pergi dengannya. Aku agak menyesal karena dia sudah jauh-jauh ke Bogor tapi aku hanya bisa menemaninya selama 4 jam dan aku tak bisa menemaninya makan siang. Tapi tentu saja Adri tidak keberatan karena dia sangat baik sekali. Setelah hari itu kami sereng bertelepon dan mengirimi sms setiap hari dari pagi bangun tidur sampai malam sebelum tidur. Hubungan kami sangat dekat sekali sampai satu ketika teman ku Rasty yang juga PKL di FourSeason Hotel bersamakau bertanya “Hilda, lo jadian ya sama Adri?”. Aku kaget, dari mana dia mengetahui hal itu. Tentu saja aku menjawab “Engga Ras, lo kata siapa?”. “Oh engga gue dengeraja katanya lo jalan sama dia, kirain jadian”, mendengar jawabannya aku langsung menjawab “Oh itu, dy main aja itu sih, kita Cuma temen doang kok.” Ya memang itu status kami saat ini ‘Cuma temen’ walaupun aku berharap lebih. Tapi entah kenapa setelah saat itu aku menghindarinya, tak pernah lagi membalas smsnya, bahkan teleponnya pun aku jawab dengan ketus. Tentu saja jarak kami semakin menjauh dan kami sempat lostcontact setelah itu.
Aku pernah merindukannya, tapi segera aku tepis karena aku berfikir aku tak pernah berharap untuk memilikinya. Sempat aku penasaran dan mencari tahu kabarnya, aku melihat-lihat akun facebooknya, aku pernah mengetahui dia memiliki seorang kekasih dan saat itu pun aku telah memiliki seorang kekasih. Tapi entah kenapa aku cemburu mengetahui hal itu. Aku juga pernah mengirimi sms padanya untuk bertanya kabarnya tapi dia menjawab dengan singkat, dan tak ada alasan lagi untukku berbincang dengannya.
Selama ini aku yang selalu memulai percakapan mulai dari sms, facebook, blackberrymessanger, dan twitter. Ya, dia memang membalasnya tapi sangat singkat sekali sehingga kami tak bisa berbincang panjang seperti dulu. Sampai 4 hari yang lalu aku merasa benar-benar merindukannya, aku memulai dengan menyapanya melalui blackberrymessanger, dia membalas pesanku dengan ramah seperti biasanya tapi juga singkat seperti biasanya. Kali ini aku tidak menyerah, aku terus mencari topik pembicaraan agar perbincangan kami berlangsung lama. Tapi akhirnya aku kehabisan kata-kata dan perbincangan kami pun selesai. Dia tak lagi mengirimiku pesan.
Aku menunggunya, setiap ada nada dering di handphoneku aku selalu berharap itu pesan darinya tapi tidak ada. Aku membuka twitter di sana aku melihat dia updatetwitter, tapi dia tak membalas pesanku. Aku membuka facebook dan ada beberapa pesan di facebooknya dari seorang wanita yang sangat cantik dan sepertinya dia menyukai wanita itu. Aku sedih sekali dan aku menyerah.
Tadi siang dia mengirimiku pesan yang singkat. Betapa senangnya hatiku membaca pesannya meskipun hanya satu kalimat pendek yang tidak penting, aku langsung membalasnya dengan semangat. Tapi perbincangan kami pun hanya sebentar, dia pamit makan siang. Aku kira dia akan membalas pesankun setelah selesai makan dan meneruskan perbincangan kami. Tapi tidak. Dia hanya membacanya tapi tidak membalasnya.
Sampai detik ini aku masih menunggunya, menunggu pesan darinya.
Aku menyesal dulu telah menjauhinya, aku menyesal tak menyambut perasaannya, aku menyesal tidak tetap berhubungan dengannya. Mungkin jika aku tak menjauhinya, saat ini dia adalah priaku yang sangat baik. Aku harap aku bisa mengulangi kejadian itu dan memiliki 1 kesempatan lagi …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: